Tampilkan postingan dengan label Football. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Football. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2015

Menggeser Samsung, Yokohama menjadi Sponsor Utama Chelsea Musim 2015-2016

Produsen ban Yokohama akan menggantikan posisi Samsung sebagai sponsor utama Chelsea. Samsung yang telah menjadi sponsor utama chelsea sejak 2005 kini digantikan oleh Yokohama dan kesepakatan baru ini membuat mereka berada tepat di belakang Manchester United dari sisi nilai komersialnya.

new jersey chelsea 2015-2016

Klub london itu baru saja menandatangani kesepakatan sebesar 792,5 milyar/tahun untuk durasi lima tahun dengan produsen ban asal Jepang YOKOHAMA. keputusan ini saangat menguntungkan Chelsea dan membawanya unggul dibandingkan Liverpool dan Manchester City untuk urusan komersial kaos team.
“Chelsea football club dengan gembira mengungkapkan The Yokohama Rubber Company Ltd. sebagai partner baru jersey team kami dalam kesempatan komersial terbesar yang pernah ada.” demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh club.

“Kami percaya bahwa Yokohama akan memainkan peran kunci dalam membantu kami mendorong ekspansi global kami di pasar internasional seperti Amerika Serikat,dimana mereka telah beroperasi selama lima tahun” tambah pernyataan chelsea.

Sumber :  Griya Jersey Bola

Senin, 06 Juli 2015

Fakta Menarik Radamel Falcao

Chelsea resmi mendapatkan Radamel Falcao sebagai pemain pinjaman dari AS Monaco, Jumat 3 Juli 2015. Meski gagal tampil impresif bersama Manchester United pada musim lalu, pelatih Chelsea, Jose Mourinho yakin Falcao bisa bersinar di Stamford Bridge.

Sebelum cedera pada 2014, Falcao memang menjadi salah satu striker tajam di kompetisi Eropa. Berkat kehebatan mengoyak gawang lawan, Falcao akhirnya dibeli mahal oleh Atletico Madrid dari FC Porto pada 2011. Tidak hanya Atletico. AS Monaco juga rela mengeluarkan uang hingga 60 juta euro (Rp890 miliar) saat mendatangkan Falcao dari Atletico pada 2013 lalu.

Fan Chelsea tentu berharap Falcao bisa tampil trengginas seperti yang pernah dilakukan saat membela Porto, Atletico, dan Monaco. Namun sebelum melihat aksi-aksi Falcao sepanjang musim 2015--2016, ada baiknya melihat sejumlah fakta menarik tentang striker berusia 29 tahun tersebut.

  1. Ayah Falcao merupakan penggemar olahraga sepak bola. Pemain asal Brasil yang tampil gemilang pada Piala Dunia 1982, Paulo Roberto Falcao menjadi idolanya. Saking memuja pemain itu, nama anaknya pun diberi dengan nama Falcao.
  2. Falcao mendapat kontrak profesional ketika masih berusia 13 tahun. Ketika itu, ia dikontrak oleh tim Divisi Dua Liga Kolombia, Lanceros Boyaca. Falcao melakoni debut pada 28 Agustus 1999 pada usia 13 tahun 199 hari. Catatan itu menjadikan Falcao sebagai pemain termuda yang bermain di kompetisi profesional di Kolombia.
  3. Julukan El Tigre melekat di diri Falcao hingga saat ini. Ia pertama kali mendapat julukan itu saat memperkuat klub Argentina, River Plate pada 2001. 
  4. Andai tidak menjadi pesepak bola profesional, Falcao berencana menjadi seorang penulis atau wartawan. Ia ingin menjalani profesi itu karena sempat mempelajari ilmu jurnalistik di Universitas of Palermo di Buenos Aires, Argentina.
  5. Atletico Madrid membeli Falcao seharga 35 juta poundsterling pada 2011 usai kehilangan Sergio Aguero yang hengkang ke Manchester City. Uang transfer sebesar itu menempatkan Falcao sebagai pemain termahal Atletico hingga kini. Selama membela Atletico, Falcao sukses mencetak 68 gol dari 83 laga. Catatan itu membuat mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola sampai menyebut Falcao sebagai striker paling berbahaya ketika berada di kotak penalti.
  6. Mantan striker AS Monaco dan Arsenal, Thierry Henry merupakan idola Falcao. Atas alasan itulah Falcao akhirnya mau menerima pinangan Monaco dan bersedia menandatangani kontrak berdurasi lima tahun pada 2013 lalu. "Hati saya sudah berada di Monaco sejak idola saya, Henry bermain di sana," ungkap Falcao ketika diperkenalkan sebagai pemain Monaco.
  7. Falcao cedera sebelum Piala Dunia 2014 usai ditekel Soner Ertek saat memperkuat Monaco kontra AS Chasselay. Suporter timnas Kolombia menangisi sekaligus kesal dengan kabar itu. Tak terima pemain andalannya gagal tampil di Piala Dunia 2014, suporter Kolombia akhirnya mengancam akan membunuh Soner Ertek.
Sumber : Bola Metronews 

Minggu, 05 Juli 2015

Cesc Fabregas

PROFIL PEMAIN - Cesc Fabregas bergabung dengan Chelsea dari Barcelona pada 12 Juni 2014 setelah menandatangani kontrak selama lima tahun. Sebagai seorang gelandang berteknik tinggi dan serba bisa, Fabregas telah memiliki segudang pengalaman dari bermain di dua liga terkuat di Eropa dan mewakili tim nasional Spanyol yang tersukses di sepanjang masa. Nyaman bermain sebagai gelandang serang, ia juga bisa tampil dalam peran yang lebih dalam, dan di level internasional, ia biasa dimainkan secara melebar, sebagai striker kedua, atau dalam beberapa waktu, sebagai 'false no. 9'.

Fabregas tiba di Stamford Bridge setelah tiga tahun di Barcelona, di mana ia membantu tim Catalan tersebut memenangi gelar La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antar Klub FIFA. Ia tidaklah asing dengan Premier League karena sebelumnya telah delapan tahun membela Arsenal sebelum pindah ke Camp Nou. Kariernya di London utara merupakan periode yang penting bagi perkembangannya, di mana ia bertransisi dari pemain muda tak berpengalaman menjadi pemain terpenting di skuat Arsenal. Namun, dengan beberapa klub terbesar di Eropa mengejar tanda tangannya, kepindahannya dari Emirates menjadi hal yang tak bisa dielakkan lagi, dan terbukti ketika ia kembali ke klub yang telah mendidiknya sebelumnya.

Lahir di dekat Barcelona, Fabregas bergabung dengan akademi Barca di usia 10 tahun tetapi setelah berkembang di tim-tim junior mereka, ia meninggalkan klub masa kecilnya dan pindah ke Arsenal di usia 16 tahun. Dengan musim perdananya di Inggris menjadi musim adaptasi, ia mulai menggebrak di musim berikutnya, dan di akhir musim ia pun menjadi starter di final Piala FA saat Arsenal mengalahkan Manchester United lewat adu penalti di Cardiff.

Kepindahan Patrick Vieira ke Juventus membuat Fabregas bisa menjadi pemain reguler di lini tengah dan ia memanfaatkannya dengan baik, di mana ia bersinar dalam perjalanan Arsenal menuju final Liga Champions 2006, di mana mereka dikalahkan oleh Barcelona.

Di akhir musim 2006/07, ia menjadi nominasi PFA Player of the Year dan Young Player of the Year dan juga masuk dalam Team of the Year UEFA tahun 2006. Di usia 20 tahun, ia kembali menjadi nominasi kedua penghargaan PFA tersebut di akhir musim berikutnya, dan ia pun memenangkan Young Player of the Year dan juga masuk dalam Premier League Team of the Season.

Pada tahun 2008, Fabregas mengambil alih posisi kapten Arsenal. Tanggung jawab ini membuat gol-golnya di pertandingan menjadi lebih konsisten sebelum ia kembali ke Barcelona pada musim panas 2011.

Setelah membuat debut di Piala Super Spanyol melawan Real Madrid, ia mencetak gol pertamanya bagi tim utama Barca dalam kemenangan di Piala Super UEFA atas Porto, sebelum mencetak gol debutnya di La Liga dalam kemenangan 5-0 atas Villarreal. Ia kemudian mencetak enam gol dalam periode empat pertandingan, termasuk satu dalam kemenangan tandang 3-1 di Real Madrid dan juga di final Piala Dunia Antar Klub FIFA, di mana Barca menang 1-0 atas Santos.

Fabregas tampil di kedua leg semifinal Liga Champions 2012 melawan Chelsea, ketika The Blues berhasil unggul untuk memastikan tempat di final di Munich, dan ia mencetak hat-trick pertamanya bersama Barcelona di musim berikutnya di laga melawan Mallorca. Barca mengakhiri musim itu sebagai juara La Liga. Hampir tak ada keraguan bahwa Fabregas memainkan peran penting dalam kesuksesan tersebut dengan 11 golnya.

Musim ketiga dan terakhirnya di Barcelona terlihat menjanjikan tetapi pada akhirnya tim asuhan Gerardo Martino ini mengakhiri musim hanya dengan Piala Super Spanyol.

Fabregas menjadi starter dalam kedua leg perempat final Liga Champions, di mana Barcelona dikalahkan 2-1 secara agregat oleh Atletico Madrid, dan bermain selama satu jam di final Copa del Rey, di mana mereka kalah 2-1 dari Real Madrid. Ia juga menjadi starter di laga penentuan La Liga melawan Atletico Madrid sebelum digantikan oleh Xavi dengan 13 menit laga tersisa, penampilan terakhirnya bagi klub tersebut.

Di level internasional, Fabregas telah mewakili Spanyol di setiap turnamen besar sejak Piala Dunia 2006 ketika ia baru 19 tahun, dan memenangi tiga trofi. Setelah Euro 2008 yang impresif, di mana ia mencetak penalti penentu melawan Italia di perempat final, ia juga lah yang memberikan umpan yang berakhir menjadi gol kemenangan Andres Iniesta di final Piala Dunia 2010.

Di Euro 2012, turnamen yang berakhir dengan kesuksesan lainnya bagi Spanyol, ia mencetak gol penalti kemenangan dalam adu penalti di semifinal melawan Portugal dan menjadi starter di final, dalam kemenangan 4-0 atas Italia. Ia masuk dalam skuat untuk Piala Dunia musim panas ini di Brazil, dan Anda bisa melihat kemajuannya di turnamen tersebut di situs resmi Chelsea ini.

Sumber : indo.chelseafc.com 

Jumat, 03 Juli 2015

Chelsea Tak kan biarkan Remy pergi

Chelsea dikabarkan sudah menginformasikan kepada Loic Remy kalau ia tidak akan diperbolehkan hengkang dari klub pada bursa transfer musim panas ini. Remy berperan sebagai pelapis Diego Costa setelah ia bergabung dari Queens Park Rangers pada awal musim lalu. Namun, keterbatasan tampil secara reguler, ditambah rencana kedatangan pemain pinjaman Radamel Falcao, membuat masa depannya menjadi terancam.

Remy, yang mencetak sembilan gol di berbagai ajang kompetisi musim lalu, diminati sejumlah klub Inggris lainnya, di antaranya West Ham United, Crystal Palace, dan Swansea City. 

Remy sebelumnya disebut akan segera hengkang ke West Ham, usai The Blues disebut tidak lama lagi akan mendatangkan Radamel Falcao, yang otomatis bakal mengurangi jatah bermain pemain Prancis di Stamford Bridge.

Namun menurut laporan yang diturunkan oleh Daily Mirror, pelatih asal Portugal tidak ingin melepas eks pemain QPR. Ia mengubah keputusan awalnya dan menegaskan bahwa sang striker masih akan jadi tambahan yang berguna bagi tim London Barat, untuk mempertahankan trofi Premier League yang mereka menangkan musim lalu.

Remy sendiri sejatinya punya harapan lebih untuk bermain lebih banyak musim depan. Pasalnya, klub telah resmi melepas striker senior mereka, Didier Drogba, beberapa pekan silam. Namun, seperti dilansir The Mirror, pihak The Blues tidak akan mendengarkan berbagai tawaran terhadap Remy, meski sebelumnya dilaporkan mereka mau menerima kalau ada klub yang menawar seharga £15 juta.

Sumber : berita bola, bola.net 

Selamat tinggal untuk si luar biasa

Laga final Liga Champions antara Chelsea dan Bayern Munich harus ditentukan lewat adu penalti.
Ketika skor berimbang 3-3, Bastian Schweinsteiger punya kesempatan untuk membuat Bayern memimpin. Pemain asal Jerman itu lalu melangkah dan menembak ke sudut kanan bawah. Para pendukung tuan rumah yang berada di belakang gawang sudah bersiap melakukan selebrasi, namun Petr Cech – yang baru saja menghentikan tendangan Ivica Olic – membatalkan niat para suporter itu.

Kiper Chelsea ini menjatuhkan diri ke kiri dan berhasil menyentuh bola dengan ujung jarinya sehingga bola berbelok dan memantul ke luar gawang. Keadaan sekarang berubah, dan kita berada di atas angin. Tinggal satu tendangan lagi untuk membuat kita menjadi juara Liga Champions.
Setiap orang ingat apa yang terjadi setelah itu. Salah satu, atau mungkin malam terhebat di sepanjang sejarah kita Chelsea Football Club terjadi di malam itu.

Cech, bisa memainkan peran vital di laga itu merupakan bukti dari kerja kerasnya hingga saat itu. Selain menggagalkan dua tendangan penalti, ia juga berhasil menghentikan tendangan penalti Arjen Robben di masa perpanjangan waktu, sebuah pencapaian yang luar biasa di sebuah laga terbesar dari sebuah klub sepakbola.
Tentu saja Didier Drogba yang mendapat lebih banyak pujian atas perannya di Munich, dengan memaksakan laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu lewat sundulan dramatis di menit-ment akhir dan kemudian menjadi penendang penalti penentu yang memastikan trofi Liga Champions kita, namun pemain asal Pantai Gading itu sendiri segera menegaskan vitalnya peran yang dijalankan oleh Cech di Jerman itu.

Saat Drogba mendapat penghargaan dari Football Writers’ Association pada Januari atas usahanya di Inggris, Cech memberikan pidato yang menyentuh, dengan memberikan penghormatan kepada rekan setimnya itu, yang kemudian dibalas oleh striker kita.

“Seringkali orang memperbincangkan gol penalti kemenangan yang aku buat di Munich, tapi aku selalu memberitahu mereka bahwa adu penalti itu tidak akan ada jika Anda tidak ada di sana,” kata Drogba pada Cech di acara itu.

“Pada akhirnya aku mencetak gol penyeimbang, namun Anda membuat banyak penyelamatan hebat di malam itu aku rasa Anda tidak mendapat cukup kredit atas apa yang Anda lakukan. Striker selalu menjadi bahan pembicaraan, tapi bagiku, Andalah yang membuat kami menang di final. Itulah mengapa aku berlari kepada Anda setelah berhasil mengeksekusi penalti. Aku tidak salah mengambil keputusan.”

Sumber : indo.chelseafc.com

Thank You Cech

Banyak yang tidak mengenalnya ketika ia bergabung ke Chelsea dari klub Perancis Rennes pada 2004, namun kini Petr Cech telah menjadi legenda di Chelsea hanya dalam 11 musim bersama the Blues, dengan mencetak rekor 228 clean sheet dari 494 laga dari periode yang menjadi periode tersukses dalam sejarah kita.

Sebagai perpisahan untuk kiper asal Republik Ceko ini, mari kita lihat kembali momen-momen terbaiknya dalam karirnya sebagai pemain Chelsea.

Di musim ke 10-nya sebagai kiper pilihan pertama Chelsea, Cech berhasil melewati rekor klub yang sebelumnya dipegang oleh Peter Bonetti berupa clean sheet terbanyak dengan meraih clean sheetnya yang ke 209 kala Chelsea menang 2-0 atas Hull City pada Januari 2014. Mesti tidak bermain di tiga laga terakhir di musim itu akibat cedera bahu, di musim itu ia mencatat 16 clean sheet dan kembali meraih Golden Glove Premier League untuk ketiga kalinya.

Meski posisinya sebagai kiper utama digantikan oleh Thibaut Courtois, Cech tetap menunjukkan loyalitasnya kepada Chelsea dan membuktikan bahwa ia menjadi kiper cadangan yang hebat di musim terakhirnya di Stamford Bridge. Ia kembali mencatat clean sheet ketika menang 2-0 dari Tottenham Hotspur di final Piala Capital One dan hanya kebobolan dua gol dari tujuh laga di Premier League, termasuk 3-1 ketika menang dari Sunderland di laga terakhir kita, laga terakhirnya untuk Chelsea.

Sumber : indo.chelseafc.com
 

Hidup adalah sebuah perjalanan, jangan pernah berhenti dan menyerah sebelum sampai di tujuan

Ferry Kristiawan © 2015 | Powered By Blogger